Ilustrasi(Dok IFA Archipelago Kalimantan Selatan 2026)
KAIN wastra tradisional khas suku Banjar di Kalimantan Selatan, kain sasirangan dirancang menjadi busana bergaya modern, diperindah dengan bordir motif floral. Lalu, ada pula kain beludru yang diperkaya bordir tiga dimensi, kristal, payet, serta detail handcrafted.
Setiap busana dirancang dengan siluet anggun dan sentuhan couture yang menghadirkan kesan megah namun tetap feminin.
Selain itu, menghadirkan interpretasi modern dari gaya klasik, busana-busana dibuat dengan memadukan material tweed bertekstur, detail lace, dan tailoring clean dalam siluet feminin yang elegan. Koleksi ini menawarkan tampilan refined, versatile, dan berkelas untuk perempuan yang percaya diri dalam setiap kesempatan.
Keseluruhan busana tersebut dirancang oleh desainer lokal Ayu Dyah Andari bertajuk Puspa: Aksara Hati. Puspa terinspirasi dari keindahan dan makna tiga bunga ikonik Indonesia: Rafflesia yang melambangkan kewibawaan, Melati yang merepresentasikan kelembutan, serta Anggrek yang mencerminkan keanggunan dan karisma.
Selain itu, ada pula busana yang dibuat dari perpaduan antara batik dan tenun Lintau yang berasal dari Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Busana itu dibuat oleh jenama Khanaan bertajuk Khanaan Heritage, sebuah koleksi yang merepresentasikan keindahan warisan tekstil Nusantara dalam balutan modest fashion kontemporer.
"Bagi kami, heritage bukan sekadar sesuatu yang diwariskan, tetapi sesuatu yang terus dihidupkan. Melalui koleksi Khanaan Heritage, kami ingin menunjukkan bahwa wastra Indonesia dapat hadir dalam bahasa desain yang modern, anggun, dan tetap memiliki makna," ujar tim kreatif Khanaan, dalam keterangan pers pada Rabu (19/8).
Keseluruhan koleksi busana itu ditampilkan dalam perhelatan Indonesia Fashion Aesthetic (IFA) Archipelago Kalimantan Selatan 2026 yang digelar pada 11 Agustus 2026 di Hotel Grand Maya by Artotel, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Perhelatan IFA Archipelago Kalimantan Selatan 2026 merupakan pertama kalinya digelar. IFA Archipelago merupakan signature event yang membawa ekosistem fesyen dan kecantikan-estetika ke berbagai kota dan provinsi di Indonesia.
Banjarbaru dipilih sebagai kota pertama untuk mendukung pertumbuhan industri kreatif daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Selatan, khususnya wastra Sasirangan.
IFA merupakan platform yang mempertemukan para pelaku usaha dan profesional dari sektor fesyen dan kecantikan-estetika dalam satu ekosistem kolaboratif. Sejak pertama kali diselenggarakan di Jakarta pada 2024, IFA menghadirkan rangkaian peragaan busana, exhibition, dan awarding.
“Sejak pertama kali diselenggarakan, IFA mendapatkan sambutan positif dari berbagai daerah. Kami percaya bahwa setiap daerah dan provinsi memiliki kekuatan budaya, kreativitas, dan potensi ekonomi yang layak mendapatkan panggung berskala nasional," papar Dian Komalasary, Founder dan Chief Executive Officer (CEO) IFA.
"Antusiasme tersebut menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan sebuah platform yang menampilkan karya terbaik anak bangsa sehingga dapat mendorong pertumbuhan industri kreatif Indonesia secara berkelanjutan,” lanjutnya.
Peragaan busana IFA Archipelago Kalimantan Selatan menghadirkan koleksi modest fashion dari ViviZubedi, Si.Se.Sa, Ayu Dyah Andari, Lia Soraya, Donna Prive, Arabellescarf, Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Khanaan, Motif Hawa, dan Buttonscarves. (H-2)


















































