Aryna Sabalenka(AFP)
Kejutan mewarnai babak keempat Toronto Masters. Dua unggulan teratas, Aryna Sabalenka dan Jessica Pegula, harus angkat koper lebih cepat. Sabalenka dan Pegula tersingkir pada babak keempat atau 16 besar, Minggu (9/8) WIB. Sabalenka yang berstatus petenis nomor satu dunia takluk dari unggulan ke-16 Ekaterina Alexandrova sedangkan Pegula dihentikan unggulan ke-15 Diana Shnaider.
Sabalenka harus mengakui keunggulan Alexandrova dalam pertarungan tiga set yang berlangsung selama 2 jam 29 menit. Petenis Rusia itu menang 7-6 (7/3), 4-6, 6-4 dan melangkah ke perempat final. Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Alexandrova setelah mampu menundukkan salah satu kandidat kuat juara. Ia mengaku tidak membebani diri dengan status Sabalenka sebagai petenis nomor satu dunia.
"Saya tidak berusaha memikirkan skor atau fakta bahwa saya menghadapi petenis nomor satu dunia. Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik," ucap Alexandrova.
Alexandrova tampil agresif sejak awal. Dia mengambil risiko untuk menekan Sabalenka, meski pendekatan tersebut juga membuatnya melakukan sejumlah kesalahan. Strategi itu akhirnya membuahkan hasil ketika ia merebut set pertama melalui tie-break.
"Saya mencoba bermain seagresif mungkin, seperti yang sudah lama tidak saya lakukan. Itu berhasil. Saya merasa memiliki kekuatan untuk menciptakan sesuatu dan itu membantu saya secara mental," katanya.
Sabalenka bangkit pada set kedua dan memaksakan pertandingan berlanjut ke penentuan. Namun, pada set ketiga, momentum kembali beralih kepada Alexandrova. Sabalenka bahkan harus menghadapi dua match point saat melakukan servis pada gim ke-10. Dia sempat menyelamatkan keduanya, masing-masing lewat pukulan servis dan ace. Namun, kesalahan berikutnya menjadi akhir perlawanan. Backhand Sabalenka melebar melewati baseline sebelum melakukan double fault keenam sekaligus yang terakhir dalam pertandingan. Alexandrova pun memastikan kemenangan.
"Saya tidak punya ekspektasi apa pun sebelum pertandingan. Saya tahu pertandingan ini akan sangat sulit sejak masuk lapangan," tutur Alexandrova.
"Saya berusaha mengambil risiko sebanyak mungkin karena rasanya itu satu-satunya cara untuk menciptakan peluang. Memang membuat saya lebih banyak melakukan kesalahan, tetapi pada saat yang sama saya juga mendapatkan lebih banyak kesempatan," tambahnya.
Di pertandingan lain, Pegula juga gagal melanjutkan langkah. Petenis Amerika Serikat yang menjadi unggulan ketiga itu kalah dua set langsung dari Shnaider dengan skor 3-6, 3-6.
Lawannya petenis Rusia Shnaider hanya membutuhkan 73 menit untuk mengatasi Pegula. Petenis kidal berusia 22 tahun itu tampil solid dalam bertahan sekaligus efektif melepaskan pukulan-pukulan pemenang.
"Pekan ini saya merasa sangat nyaman dalam bertahan maupun melepaskan pukulan pemenang. Semuanya berjalan baik. Hari ini saya memilih target yang lebih besar, tetapi terkadang tetap memukul dengan sangat keras," kata Shnaider.
Shnaider selanjutnya menghadapi unggulan ketujuh Iga Swiatek di perempat final. Adapun Swiatek memastikan tiket delapan besar setelah bangkit dari kehilangan set pertama untuk mengalahkan unggulan ke-10 asal Ukraina, Marta Kostyuk, 3-6, 6-1, 6-2.
Juara empat kali Prancis Terbuka itu mengubah pendekatan permainannya setelah tertinggal. Swiatek meningkatkan kecepatan dan bobot pukulan pada dua set terakhir, sekaligus mampu mempertahankan servisnya tanpa kehilangan satu gim pun meski menghadapi sembilan break point.
"Pada set kedua saya tampil sedikit lebih cepat dan lebih berat, sekaligus memberi tekanan lebih kepada Marta. Gim demi gim, saya merasa rencana itu tepat dan saya terus menjalankannya," ujar Swiatek.
Sementara itu, Alexandrova akan menghadapi Elina Svitolina di perempat final. Svitolina melaju setelah menyingkirkan petenis Amerika Serikat Amanda Anisimova dengan kemenangan dua set langsung 6-2, 6-4 dalam waktu 78 menit. (AFP/E-3)


















































