Kota Pekalongan Siapkan Pusat Pembenihan Padi Biosalin untuk Atasi Dampak Rob di Pantura Jawa Tengah

6 hours ago 1
Kota Pekalongan Siapkan Pusat Pembenihan Padi Biosalin untuk Atasi Dampak Rob di Pantura Jawa Tengah Ilustrasi(MI/Akhmad Safuan)

KEBERHASILAN merehabilitasi lahan bekas banjir air laut pasang (rob) kembali dapat produktif, Pemerintah Kota Pekalongan menyiapkan pengembangan pusat pembenihan padi Biosalin untuk memenuhi kebutuhan benih di daerah  Pantura Jawa Tengah.

Pemantauan Media Indonesia Rabu (19/8) ribuan hektare lagan pertanian di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah terdampak banjir air laut pasang (rob) yang telah bertahun-tahun menjadi lahan tidur (tidak produktif), kini mulai dapat kembali produktif setelah dikembangkan benih varietas padi unggul tahan asin atau toleran terhadap salinitas tinggi (Padi Biosalin) 

Ujicoba penanaman padi Biosali  di lahan bekas rob di sejumlah daerah di Pantura seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang dan Demak menunjukkan hasil panen yang memuaskan, mendorong harapan baru bagi petani yang sebelumnya kesulitan merehabilitasi lahan akibat rob tersebut. 

"Setelah adanya penemuan padi Biosalin ini, kami sedikit lega karena lahan persawahan yang sebelumnya menganggur karena terkena air asin (rob) sudah dapat ditanami lagi," kata Petani di Desa Depok, Pesisir Batang Rianto. 

Petani di Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara.Purwanto mengatakan setelah melihat hasil budidaya padi Biosalin di Kita Semarang beberapa waktu lalu, setidaknya asa 10 hektare sawah eks rob milik kelompok tani di desa ini juga akan memulai penanaman padi varitas baru tersebut. 

Hal serupa juga diungkapkan Tamrin, petani di  Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang mengaku sedikut dapat bernafas keg setelah kemunculan padi Biosalin varitas 1 dan 2, karena lahan persawahan yang sebelumnya tidak dapat diberdayakan kini telah kembali daoat ditanami padi. "Beberapa kali hasil panen juga lumayan, rata-rata 7 ton per hektare, " tambahnya. 

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kota Pekalongan Lili Sulistyawati mengatakan kebutuhan benih Biosalin di sejumlah daerah di  Pantura Jawa Tengah cukup besar, sehingga Pemkot Pekalongan akan mulai mengembangkan kemampuan produksi benih dengan pendampingan Balai Besar Sertifikasi Benih Jawa Tengah. 

Untuk merealisasi hal ini, lanjut Lili Sulistyawati, telah disiapkan 5 ton benih padi Biosalin yang nantinya akan dipergunakan untuk menanami area persawahan terdampak rob, tidak hanya di Kota Pekalongan tetapi juga di sejumlah daerah lain di Pantura Jawa Tengah yang telah mulai mengembangkan oadi varitas baru tahan air asin ini. 

Di Kota Pekalongan sendiri, menurut Lili Sulistyawati, setidaknya ada 100 hektare lahan eks rob yang akan ditanami padi Biosalin tersebut, bahkan sekarang ini telah selesai dikembangkan di 56 hektare dengan hasil panen sangat baik. "Ini akan menjadi penguat ketahanan pangan di Jawa Tengah," tambahnya. 

Pusat pembenihan di Kota Pekalongan  ini, demikian Lili Sulistyawati, sangat diperlukan karena ketersediaan benih padi Biosalin saat ini masih bergantung pada produksi dari luar daerah yang selama ini pembenihan padi Biosalin masih terpusat di Bogor.(H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |