Nasib Guru Swasta Jangan Dilupakan

16 hours ago 1
Nasib Guru Swasta Jangan Dilupakan (MI/Seno)

GURU merupakan fondasi utama yang memastikan keberlangsungan nilai, ilmu, dan karakter bangsa. Dalam menyikapi perubahan zaman dan kompleksitas tantangan, guru berperan sentral sebagai agen pembelajaran dan penjaga peradaban. Begitulah pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam pidato upacara Hari Guru Nasional 2025.

Pernyataan Mendikdasmen tersebut sangat tepat karena di balik kemajuan pendidikan Indonesia, ada jutaan guru yang setiap hari berdiri di depan kelas, mereka mendidik, membimbing, dan menanamkan harapan kepada anak-anak bangsa. Namun, dalam kesempatan ini penulis menyoroti bahwa tidak semua guru menjalani kehidupan dengan tingkat kesejahteraan yang sama. Di antara mereka terdapat para guru swasta yang selama bertahun-tahun menjadi bagian penting dari sistem pendidikan nasional, tetapi nasib mereka sering kali belum mendapatkan perhatian yang sepadan.

Guru swasta bukan guru kelas dua. Mereka bagian integral dalam sistem pendidikan Indonesia. Mereka sama-sama menjalankan amanah pendidikan, sama-sama menghadapi tuntutan profesional, dan sama-sama bertanggung jawab membentuk masa depan generasi bangsa. Perbedaan status kepegawaian tidak seharusnya menjadi alasan untuk membedakan penghargaan terhadap pengabdian mereka.

PENOPANG PENDIDIKAN NASIONAL

Sekolah dan madrasah swasta, atau yang bukan negeri, memiliki peran yang sangat besar dalam menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat. Di banyak daerah, terutama daerah terpencil, di wilayah yang jauh dari pusat kota, sekolah swasta dan madrasah justru menjadi pilihan utama masyarakat.

Di balik lembaga-lembaga swasta tersebut terdapat guru-guru yang bekerja dengan penuh dedikasi. Mereka datang ke sekolah setiap pagi, mengajar, memeriksa tugas, membimbing siswa, mengikuti rapat, mengikuti pelatihan, dan bahkan sering mengeluarkan tenaga dan biaya sendiri untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Ironisnya, sebagian guru swasta masih harus menerima penghasilan yang jauh dari layak. Ada yang dibayar berdasarkan jumlah jam mengajar. Ada yang menerima honor ratusan ribu yang tidak sebanding dengan beban pekerjaan yang sangat berat. Ada pula guru senior yang telah mengabdi puluhan tahun, tetapi tetap menghadapi ketidakpastian mengenai masa depan kesejahteraan mereka.

HARGAI PENGABDIAN

Kebijakan pendidikan di Indonesia sering kali berbicara tentang peningkatan mutu guru. Guru dituntut memiliki kompetensi pedagogis, profesional, sosial, dan kepribadian. Mereka juga dituntut mampu beradaptasi dengan teknologi dan perubahan zaman.

Penulis setuju bahwa semua tuntutan itu memang penting. Namun, ada satu pertanyaan mendasar: bagaimana kita dapat menuntut guru memberikan pendidikan terbaik, fokus dan serius dalam mengajar apabila kehidupan mereka sendiri belum memperoleh kepastian dan penghargaan yang layak dari negara.

Karena itu, kebijakan peningkatan kualitas guru harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan mereka. Guru swasta perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius dalam kebijakan nasional. Pemerintah tidak cukup hanya memperhatikan guru yang berstatus aparatur negara (ASN). Namun, negara juga harus melihat guru-guru swasta dari sudut profesi dan pengabdian, bukan hanya melihat semata-mata sebagai status kepegawaian mereka.

NEGARA HADIR UNTUK GURU

Penulis memahami bahwa pemerintah tentu memiliki keterbatasan anggaran dan harus membuat berbagai prioritas. Namun, sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan suatu bangsa. Karena itu, kesejahteraan guru semestinya harus mendapat perhatian utama dan ditempatkan sebagai bagian integral dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Yang diperlukan bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan kebijakan yang memberikan kepastian dan penghargaan terhadap karier guru swasta.

Pertama, perlu ada mekanisme yang lebih adil untuk meningkatkan pendapatan guru swasta, terutama mereka yang telah lama mengabdi dan memiliki kompetensi yang memadai.

Kedua, akses guru swasta terhadap pengembangan profesional, sertifikasi, pelatihan, dan peningkatan kompetensi harus terus diperluas tanpa diskriminasi.

Ketiga, perlu ada perhatian khusus terhadap guru swasta yang mengajar di sekolah-sekolah kecil, daerah terpencil, dan lembaga pendidikan yang secara ekonomi sangat bergantung pada kemampuan masyarakat.

Keempat, pemerintah perlu membangun sistem karier yang lebih jelas sehingga guru swasta memiliki masa depan profesional yang dapat direncanakan.

Yang tidak kalah penting, sekolah atau yayasan penyelenggara pendidikan juga harus menjalankan tanggung jawab mereka. Kesejahteraan guru tidak boleh seluruhnya dibebankan kepada pemerintah. Pengelolaan lembaga pendidikan yang mampu harus dilakukan secara sehat, transparan, dan berorientasi pada penghargaan terhadap tenaga pendidik.

DEDIKASI JANGAN JADI PENGORBANAN

Kita sering memuji guru sebagai 'pahlawan tanpa tanda jasa'. Ungkapan itu memang indah, tetapi jangan sampai menjadi alasan untuk membiarkan guru terus-menerus berkorban tanpa memperoleh penghargaan yang layak. Profesi guru memang mengabdi. Namun, guru juga manusia yang memiliki keluarga, kebutuhan hidup, dan masa depan.

Guru yang sejahtera bukan berarti guru yang materialistis. Guru yang sejahtera ialah guru yang dapat menjalankan profesinya dengan tenang, bermartabat, dan berkonsentrasi pada tugas utamanya: mendidik anak bangsa untuk memajukan peradaban.

JANGAN ADA GURU YANG MERASA DITINGGALKAN

Momentum pembenahan pendidikan nasional harus menjadi kesempatan untuk menegaskan kembali bahwa tidak boleh ada guru yang merasa ditinggalkan. Guru ASN harus mendapatkan perhatian. Guru honorer harus mendapatkan perhatian. Guru swasta juga harus mendapatkan perhatian.

Kita patut mengapresiasi berbagai langkah pemerintah selama ini meningkatkan kesejahteraan guru non-ASN. Namun, pekerjaan rumah mereka belum selesai. Masih diperlukan kebijakan yang lebih menyeluruh agar guru swasta memperoleh kepastian, kesempatan berkembang, dan penghargaan yang layak.

Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan gedung sekolah yang megah, kurikulum yang baik, atau fasilitas teknologi pendidikan yang canggih. Masa depan Indonesia juga sangat ditentukan para guru yang setiap hari berhadapan langsung dengan anak-anak bangsa di ruang kelas.

Guru swasta bukan pelengkap pendidikan nasional. Mereka bagian integral dan bagian penting dari kekuatan pendidikan Indonesia. Karena itu, nasib guru swasta jangan dilupakan.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |