Ilustrasi(Dok Pertamina)
PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan energi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap terjaga pascagempa yang mengguncang sejumlah wilayah di provinsi tersebut. Hal itu dipastikan langsung oleh Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan saat melakukan kunjungan ke Fuel Terminal Labuan Bajo, Selasa (18/8).
Iriawan menjelaskan, Fuel Terminal Labuan Bajo merupakan salah satu infrastruktur energi strategis Pertamina yang berperan menjaga ketahanan pasokan BBM di wilayah Manggarai Barat dan sekitarnya. Keberadaan terminal ini juga mendukung kebutuhan energi kawasan Labuan Bajo yang telah ditetapkan sebagai destinasi pariwisata super prioritas nasional.
"Saat ini FT Labuan Bajo melayani distribusi energi bagi 4 SPBU, 1 SPBUN, dan 3 Pertashop dengan kapasitas penyimpanan mencapai 344 kiloliter untuk produk Pertamax dan Pertamina Dex," ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (19/8).
Iriawan telah meninjau langsung kondisi fasilitas terminal, kesiapan operasional, serta memastikan seluruh pekerja dan aset dalam kondisi aman pascagempa.
Menurut Iriawan, respons cepat yang dilakukan seluruh lini Pertamina menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi BBM ketika akses darat sempat terganggu akibat dampak gempa. Melalui koordinasi lintas fungsi dan dukungan berbagai unit operasi, distribusi energi tetap berjalan sehingga tidak terjadi kelangkaan BBM di wilayah terdampak.
Pada kesempatan berbeda, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan Pertamina terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan memastikan seluruh infrastruktur energi beroperasi secara optimal.
“Pertamina mengutamakan keselamatan masyarakat, pekerja, serta keandalan operasional. Kami memastikan stok BBM dan energi lainnya dalam kondisi aman serta distribusi terus berjalan. Seluruh unit operasi juga disiagakan untuk merespons setiap perkembangan situasi di lapangan,” kata Baron.
Baron menambahkan, selain memastikan keandalan pasokan, Pertamina juga melakukan asesmen terhadap fasilitas operasional di wilayah terdampak. Tujuannya untuk memastikan seluruh sarana distribusi tetap aman dan dapat berfungsi dengan baik.
“Fokus kami saat ini adalah mendukung upaya rekonstruksi dan rehabilitasi pascagempa bisa berjalan secara baik. Di sini kami berusaha untuk membantu dengan memastikan ketersediaan energi di daerah-daerah terdampak bisa ditangani dengan baik,” ujarnya. (E-4)


















































