Ilustrasi(MI/ARDI TERISTI)
PEMERINTAH Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menyalurkan berbagai bentuk bantuan guna mendukung penanganan masyarakat yang terdampak bencana alam di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut mencakup alokasi dana tanggap darurat, obat-obatan, dukungan bagi sektor pendidikan, hingga bantuan pangan bagi mahasiswa NTT yang menempuh pendidikan di DIY.
Gubernur DiY, Sri Sultan HB X mengatakan, pemberian bantuan ini sudah menjadi tradisi bagi Pemda DIY setiap ada terjadi bencana alam di daerah lain. "Jogja ini punya tradisi, setiap ada bencana terjadi di wilayah Indonesia itu, kami membantu," terang Sri Sultan di Komplek Kepatihan, Kantor Gubernur DIY.
Bantuan tidak hanya diberikan kepada korban di lokasi bencana, tetapi juga bagi mahasiswa daerah yang terdampak bencana yang berkuliah di DIY. Harapannya, mereka dapat melankutkan kuliahnya di Jogja hingga lulus.
"Kita mesti menanyakan ada tidak mahasiswa dari wilayah-wilayah di Indonesia itu yang belajar di Jogja ini. Yang karena dampak daripada bencana itu.," kata Sri Sultan, Rabu (19/8).
Langkah ini dilakukan sebagai wujud kepedulian dan solidaritas DIY terhadap para korban bencana maupun mahasiswa asal NTT yang berada di Yogyakarta.
Sekda Pemda DIYogyakarta, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menambahkan, Pemda DIY menyiapkan dana bantuan keuangan sebesar Rp1 miliar yang disalurkan secara langsung melalui mekanisme transfer antar-pemerintah daerah.
"Yang pertama adalah berkaitan dengan bantuan keuangan, tanggap darurat dari Pemda DIY, akan membantu sebesar 1 miliar kepada pemerintah provinsi NTT untuk mendukung penanganan masyarakat yang terdampak bencana," ujar perwakilan Pemda DIY.
Selain bantuan keuangan utama, dukungan kesehatan juga disiapkan melalui Dinas Kesehatan DIY dan BPBD DIY senilai Rp38 juta. Bantuan logistik kesehatan yang diberikan meliputi obat-obatan seperti parasetamol, multivitamin, ibuprofen, antasida, cetirizine, cairan infus, sarung tangan medis, hingga masker.
Pengiriman dan pelayanan kesehatan di lapangan turut melibatkan kolaborasi lintas lembaga, seperti Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, YAKUM Emergency Unit, serta pihak ekspedisi JNE.
Sektor jasa keuangan di DIY juga menggalang bantuan senilai Rp90 juta, ditambah penggalangan donasi awal sebesar Rp10 juta. Seluruh dana donasi tersebut akan dipusatkan dan disalurkan melalui BAZNAS.
"Jadi, nanti semua kami pusatkan bantuan ini melalui BAZNAS yang nanti dari sisi BAZNAS-nya yang akan kemudian dilakukan sesuai dengan peruntukannya," jelasnya.
Tidak hanya berfokus pada penanganan di lokasi bencana, Pemda DIY memberikan perhatian khusus kepada para mahasiswa asal NTT yang menetap di asrama atau indekos di wilayah Yogyakarta.
Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Pemda menyalurkan bantuan pangan berupa beras, telur, dan pangan pendamping lainnya kepada mahasiswa NTT di DIY per bulan. Selain itu, Pemda DIY menyurat kepada para rektor perguruan tinggi untuk memberikan keringanan biaya pendidikan bagi mahasiswa terdampak.
"Kami juga membuat surat kepada seluruh rektor perguruan tinggi kaitannya dengan kelonggaran biaya pendidikan bagi mahasiswa terdampak bencana NTT. Terkait dengan verifikasi dan kebijakannya, kami serahkan sepenuhnya kepada universitas masing-masing," lanjutnya.
Pemda DIY juga menggalang donasi internal bagi seluruh ASN, pegawai BUMN, dan jajaran di lingkungan Pemda DIY untuk mengumpulkan bantuan susulan. (H-2)


















































