Penampakan Menakjubkan Gerhana Matahari Total 12 Agustus dari Luar Angkasa

10 hours ago 1
Penampakan Menakjubkan Gerhana Matahari Total 12 Agustus dari Luar Angkasa Pemandangan bayangan bulan yang menggelapkan permukaan Bumi selama gerhana matahari total 12 Agustus, seperti yang terlihat oleh satelit MTG-I1 milik ESA.(ESA/Eumetsat)

PERISTIWA gerhana matahari total pada 12 Agustus tidak hanya membuat jutaan warga di Greenland, Islandia, dan Spanyol merasakan kegelapan di siang hari. Fenomena alam yang memukau ini juga berhasil direkam dari sudut pandang yang sangat berbeda oleh armada wahana antariksa milik badan antariksa dunia.

Gerhana matahari total ini terjadi ketika bulan melintas tepat di antara matahari dan Bumi dalam fase bulan baru. Bagi pengamat di Bumi yang berada di jalur totalitas, siluet bulan perlahan menutupi piringan cahaya matahari hingga menyisakan atmosfer luar (korona) yang bersinar indah di langit yang mendadak gelap.

Namun, skala dan keagungan fenomena astronomi ini terasa kian spektakuler saat disaksikan melalui kamera canggih milik NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) yang mengorbit planet kita.

Dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), astronot NASA Jessica Meir membagikan potret detik-detik bulan yang mulai menutupi piringan matahari dari jendela segmen Rusia.

"Mengingat lokasi Stasiun Luar Angkasa saat terjadi gerhana matahari total hari ini, kami hanya melihat gerhana sebagian dengan puncaknya sekitar 18 persen cakupan matahari," ujar Jessica Meir melalui unggahannya di media sosial X.

Pada saat yang hampir bersamaan, fotografer Joel Kowsky berhasil mengabadikan momen langka ketika siluet ISS melintas tepat di depan piringan matahari yang sedang tergerhana di langit Hodgdon, Maine.

Tak kalah menarik, misi ganda Proba-3 milik ESA juga merekam pemandangan langka. Dalam peristiwa tersebut, satelit Proba-3 mencatat fenomena "gerhana ganda", di mana piringan matahari ditutupi secara bersamaan oleh bulan dan pelindung buatan (coronagraph) milik wahana tersebut.

Sementara itu, dari ketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan Bumi, Satelit Meteosat Third Generation Imager (MTG-I1) milik ESA menangkap gambar dramatis bayangan hitam bulan yang menyapu permukaan Bumi. Dalam rekaman satelit, bayangan gelap tersebut melengkung ke arah selatan sebelum akhirnya menyatu dengan garis batas siang dan malam (garis terminator) di wilayah Eropa.

Pemandangan serupa juga direkam oleh satelit GOES-19 milik Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA). Satelit yang berada di orbit geostasioner tersebut memantau pergerakan bayangan bulan saat melintasi wilayah Greenland, Islandia, hingga Spanyol.

Rangkaian dokumentasi dari orbit ini memberikan perspektif baru bagi umat manusia dalam menikmati keindahan gerhana matahari total dari antariksa. (Space/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |