Lirik lagu MIC Drop saat konser di Foxborough diubah RM BTS.(Dok. BigHit)
Leader BTS, RM, menjadi pusat perhatian publik setelah melakukan improvisasi lirik pada lagu "MIC Drop" dalam konser terbaru BTS di Foxborough. Perubahan lirik tersebut memicu spekulasi luas di kalangan penggemar (ARMY) yang menganggapnya sebagai sindiran terbuka terhadap ajang penghargaan musik Amerika Serikat, Grammy Awards.
Dalam penampilannya, RM mengganti salah satu bagian ikonik lirik lagu tersebut menjadi: “Haters gonna hate and we players gonna play. We don't say ‘Hello’, we say Annyeonghaseyo.”
Kalimat ini secara harfiah berarti para pembenci akan terus membenci, sementara mereka akan terus berkarya, serta menegaskan penggunaan salam bahasa Korea daripada bahasa Inggris.
Aksi panggung ini langsung viral di media sosial. Banyak penggemar mengaitkan perubahan lirik tersebut dengan situasi terkini, di mana BTS dikabarkan memilih untuk tidak mengajukan karya musik mereka ke ajang Grammy Awards tahun ini sebagai bentuk boikot tidak resmi.
Sejumlah ARMY menilai pemilihan kata RM bukan sekadar improvisasi spontan.
Kalimat “We don't say ‘Hello’, we say Annyeonghaseyo” dianggap sebagai pernyataan tegas mengenai identitas BTS sebagai musisi Korea. Pesan tersebut ditafsirkan sebagai bentuk kepercayaan diri grup untuk terus melaju di industri global tanpa harus bergantung pada validasi dari institusi musik Barat.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari RM maupun agensi BigHit Music yang mengonfirmasi bahwa perubahan lirik tersebut ditujukan khusus untuk Grammy Awards. Narasi mengenai sindiran tersebut sejauh ini masih merupakan interpretasi yang berkembang di kalangan netizen dan komunitas penggemar.
Terlepas dari motif aslinya, RM menuai banyak pujian atas keberaniannya di atas panggung. Para penggemar menganggap sang leader berhasil menunjukkan karakter yang kuat dan rasa bangga terhadap identitas budayanya di panggung internasional.
Momen di Foxborough ini kembali membuktikan pengaruh besar BTS dalam menciptakan diskursus global. Hanya melalui perubahan satu baris lirik, grup asal Korea Selatan ini mampu menghadirkan pesan kuat yang memicu perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. (Koreaboo/Z-10)


















































