Cuplikan serial TV Nabi Yusuf.(Dok Istimewa)
EPISODE 43 dari serial kolosal Nabi Yusuf (Yuzarsif) menampilkan momen krusial yang penuh emosi. Ini dimulai dari kekhawatiran Nabi Yakub AS di Kanaan hingga kebijakan revolusioner Yusuf AS di Mesir yang mengubah tatanan sosial bangsa tersebut.
Kekhawatiran Nabi Yakub dan Surat untuk Gubernur Mesir
Di Kanaan, suasana duka menyelimuti kediaman Nabi Yakub AS. Setelah kepulangan putra-putranya tanpa Benyamin, Yakub merasakan ada sesuatu yang tidak biasa pada perilaku Gubernur Mesir (Al-Aziz) Yuzarsif. Ia merasa sang Gubernur seolah mengetahui sesuatu tentang Yusuf yang telah lama hilang.
Yakub kemudian memanggil putra-putranya dan menginterogasi mereka mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Mesir. Berdasarkan cerita mereka bahwa Gubernur memperlakukan Benyamin dengan sangat istimewa--bahkan menangis bersamanya--Yakub memutuskan untuk menulis surat resmi. Surat tersebut ditujukan kepada Gubernur Mesir Yuzarsif dari Hamba Allah, Yakub.
Dalam suratnya, Yakub menceritakan silsilah keluarganya sebagai keluarga para nabi yang senantiasa diuji oleh Allah, mulai dari Ibrahim AS yang dibakar Namrud hingga Ismail AS yang hendak dikorbankan. Ia memohon belas kasihan Gubernur agar melepaskan Benyamin dan membantu mencari keberadaan Yusuf.
Reformasi Sosial: Rakyat Mesir Menjadi Budak
Di Mesir, krisis paceklik memaksa rakyat menjual harta benda mereka demi gandum. Ketika uang dan aset habis, Yusuf menetapkan kebijakan bahwa mereka yang ingin mendapatkan gandum harus bersedia menjadi budak pemerintah. Kebijakan ini sempat ditentang oleh para mantan orang kaya yang merasa martabatnya hancur.
Namun, Yusuf memberikan pelajaran moral yang mendalam. Ia mengingatkan mereka yang dulu memiliki banyak budak tentang bagaimana rasanya kehilangan kebebasan. Meski begitu, Yusuf tetap menunjukkan kemurahan hati dengan memberikan gandum gratis kepada mereka yang benar-benar tidak berdaya agar martabat mereka tidak hancur sepenuhnya.
Kebijakan itu sebenarnya adalah strategi Yusuf untuk melucuti kekuasaan para bangsawan dan pemuja kuil Amon, sehingga seluruh rakyat Mesir berada di bawah perlindungan tauhid dan keadilan pemerintah pusat.
Lamaran Firaun untuk Zulaikha
Sementara itu, hubungan antara Yusuf dan Zulaikha memasuki babak baru. Firaun Akhenaten dan permaisurinya secara resmi melamar Zulaikha untuk menjadi istri Yusuf. Zulaikha, yang kini menjadi wanita salehah dan meninggalkan pemujaan berhala, sempat ragu karena ia merasa cintanya kepada Allah telah memenuhi seluruh hatinya.
Namun, setelah merenung, Zulaikha menyadari bahwa cintanya kepada Yusuf ialah jalan yang membawanya mengenal Allah. Ia pun mulai mempertimbangkan penyatuan suci tersebut sebagai bentuk ibadah.
Pidato Pembebasan di Kuil Amon
Puncak episode ini terjadi ketika Yusuf mengumpulkan seluruh rakyat di halaman Kuil Amon. Ia membacakan ramalan kuno dari buku milik Potifar (Al-Aziz sebelumnya) yang menyatakan bahwa akan tiba masa di mana si kaya dan si miskin bertukar tempat, dan dewa Amon tidak lagi disembah.
Yusuf mengejutkan semua orang dengan mengumumkan bahwa mulai hari itu, seluruh rakyat Mesir yang menjadi budak pemerintah dinyatakan bebas sepenuhnya. Ia mengembalikan hak-hak mereka dan menegaskan bahwa manusia tidak boleh menjadi budak bagi sesama manusia, melainkan hanya menjadi hamba Allah SWT.
Poin Penting Episode 43:
- Nabi Yakub mengirim surat yang menyebutkan ujian-ujian para nabi terdahulu.
- Firaun memberikan izin kepada Yusuf untuk membawa seluruh keluarganya dari Kanaan ke Gosen, Mesir.
- Yusuf menghapuskan sistem perbudakan di Mesir setelah berhasil menyatukan kekuasaan di bawah hukum Allah.
- Zulaikha mulai membuka hati untuk menerima lamaran Yusuf atas dorongan iman.
Surat Yakub AS dan Terbongkarnya Dosa Saudara Yusuf
Sepuluh saudara Yusuf kembali dari Kanaan untuk memohon pembebasan Bunyamin. Mereka membawa surat dari ayah mereka, Yakub AS, yang ditujukan kepada Gubernur Mesir. Dalam surat tersebut, Yakub menceritakan penderitaannya kehilangan Yusuf dan kini harus kehilangan Benyamin.
Yakub AS menuliskan peringatan keras. Jika gubernur tidak mengembalikan putranya, ia akan berdoa dengan sangat kuat hingga kesedihannya mampu membakar benda menjadi abu. Membaca surat tersebut, Yusuf AS tak kuasa menahan tangis. Ia sangat terpukul mengetahui betapa menderitanya sang ayah selama puluhan tahun.
Momen Puncak: Yusuf akhirnya membongkar kebohongan saudara-saudaranya dengan menunjukkan dokumen lama. Dokumen tersebut membuktikan bahwa sepuluh bersaudara itu pernah menjual Yusuf sebagai budak kepada Malik bin Zar seharga 18 dirham dengan syarat Yusuf tidak boleh kembali ke Kanaan.
Simeon, yang tanda tangannya tertera dalam dokumen tersebut, hanya bisa tertegun saat Yusuf menanyakan identitasnya. Kebenaran yang selama ini disembunyikan rapat-rapat dari Yakub AS kini berada di tangan Yusuf, siap untuk mengubah segalanya. (I-2)


















































