Film Ketok Mejik Angkat Kisah Perjuangan hingga Persahabatan

2 hours ago 2

FILM drama komedi terbaru dari HAHA Production berjudul Ketok Mejik tidak hanya berfokus pada unsur jenaka semata, tapi juga dibumbui dengan kisah perjuangan hidup, cinta, dan jalinan persahabatan yang erat di antara ketiga tokoh utamanya. Film ini dibintangi oleh Ananta Rispo, Tarra Budiman, dan Dodit Mulyanto.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sutradara film Ketok Mejik, Yogi S. Calam, mengungkapkan bahwa seluruh karakter dalam film ini sengaja dirancang agar sangat dekat dengan realitas kehidupan masyarakat saat ini. Melalui proses riset yang mendalam, tim produksi berupaya menampilkan dinamika sosial yang relevan, terutama mengenai bagaimana seseorang berusaha bangkit dan memperbaiki keadaan ketika garis kehidupan tidak berjalan sesuai dengan harapan.

"Ketika men-develop cerita Ketok Mejik ini, kami melakukan riset dan membuat karakter yang ada di film ini kami usahakan se-relate mungkin dengan kondisi masyarakat saat ini," ujar Yogi dalam sesi konferensi pers peluncuran poster dan trailer di Jakarta pada Senin, 13 Juli 2026.

Sementara itu, produser film Ketok Mejik, Handoko, menegaskan bahwa hubungan antartokoh dalam kisah ini merupakan kekuatan utama yang akan menggerakkan emosi penonton. Cuplikan video yang baru saja diluncurkan tersebut diakuinya hanya memperlihatkan sebagian kecil dari dinamika konflik yang dialami oleh ketiga tokoh utama.

"Film ini berangkat dari kisah tiga sahabat yang sama-sama ingin memperbaiki hidup mereka. Official trailer baru memperlihatkan sedikit dari perjalanan mereka. Sisanya akan berkembang seiring cerita di dalam film," kata Handoko.

Kedekatan Chemistry Pemain

Ananta Rispo dalam sesi doorstop Film Ketok Mejik di Jakarta, 14 Juli 2026. Tempo/Laode Muhamad Ashegaf

Aktor utama Ananta Rispo memaparkan bahwa jalinan kebersamaan antara ketiga tokoh terbangun dengan sangat baik karena adanya kedekatan latar belakang profesi serta kolaborasi yang pernah terjalin pada proyek film sebelumnya. Selain itu, proses pembacaan naskah yang intensif turut memperkuat ikatan emosional sebelum proses pengambilan gambar dimulai. 

"Kalau saya sama Dodit sama-sama di stand-up karena udah lama. Sama Tarra, sebelumnya juga habis kerja bareng di film sebelumnya. Jadi alhamdulillah emang udah kompak, disertai proses reading, apa segala macam gitu, jadi pas syuting udah lumayan sangat enjoy," tutur Rispo.

Lebih lanjut, Rispo juga menjelaskan mengenai dinamika kisah romantis yang terjalin antara karakternya dengan tokoh Resita (Ersya Aurelia). Menurutnya, jalinan romantis tersebut tidak muncul secara mendadak, melainkan tumbuh secara organik dan bertahap melalui jalinan peristiwa yang berkesinambungan.

“Ben sama Resita ini, yang membuat adegannya klop itu adalah karena cerita. Jadi emang ceritanya mengharuskan seperti itu, dan kami proses reading panjang, dan ada alasannya. Bukan yang ujug-ujug, tahu-tahu langsung romance gitu, ada prosesnya, ada jalannya segala macam,” ungkapnya.

Selain mempengaruhi aspek romansa, keberadaan elemen penting seperti palu ajaib turun-temurun di dalam cerita juga disebut membawa pengaruh yang sangat besar bagi kelangsungan hidup serta hubungan percintaan Ben. “Cuma palu yang dimiliki Ben ini lumayan lebih keramat dari palu-palu yang lain, karena ini palu warisan turun-temurun. Jadi, ini sangat berpengaruh di film ini, dibuat kehidupan si Ben dan teman-temannya, bahkan buat percintaan Ben juga,” ucapnya.

LAODE MUHAMAD ASHEGAF

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |