DUA band asal Jakarta, Ali dan Lomba Sihir, turut memeriahkan Prambanan Jazz Festival 2026. Tampil pada hari pertama, Jumat, 3 Juli 2026, Ali dan Lomba Sihir bermain secara estafet di Guyub Stage.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ali menaiki panggung pukul 17.55 WIB hingga satu jam ke depan membawakan lagu-lagunya yang bernuansa psychedelic dan funk. Arswandaru Cahyo (bas/vokal), Absar Lebeh (gitar), John Paul Patton (drum), serta dibantu Keshia Aita (perkusi) sukses membuat suasana Prambanan menjadi santai.
Lagu-lagu populernya pun tak ketinggalan dibawakan seperti “Dance, Habibi”, “Abyadh Aswad”, “Downtown Strut”, hingga “Blue Lotus”. Ketukan drum dari John, groove bas Arswandaru, serta bunyi gitar Absar yang kaya dengan suara efek tremolo dan reverb menjadi pelengkap penampilannya.
“Selalu menyenangkan bermain di Jogja, lebih spesial lagi bermain di Candi Prambanan dengan cuaca yang menyenangkan tidak terlalu panas dan dingin. Keep funky,” kata Arswandaru menyapa penonton.
Selama penampilannya, Ali hanya sesekali berinteraksi dengan penonton. Namun musik yang disuguhkan mereka mampu menarik perhatian penonton lebih jauh. “Terima kasih sekali lagi kepada Prambanan Jazz dan semunya yang malam ini hadir menonton kami,” ujar Arswandaru.
Tepat pukul 19.15, giliran Lomba Sihir yang mengguncang Guyub Stage dengan lagu pembuka “Lomba Sihir!”. Aksi pembukanya dilanjutkan dengan tembang “Hati dan Paru-paru” serta “Semua Orang Pernah Sakit”. Jika saat menonton Ali penonton terbuai dengan alunan musiknya, Lomba Sihir membuat penonton bernyanyi bersama.
Gitaris Rayhan Noor menyapa penonton setelah memainkan tiga lagu pembuka. “Apa kabar Prambanan? Kami senang banget karena sudah lama pengin main di sini. Banyak banget musisi keren yang tampil di sini, ada NIKI, MLTR, Salma Salsabil, dan Barasuara,” katanya. Sementara vokalis Natasha Udu mengenalkan bandnya. “Mungkin ada yang baru pertama menonton kami, “oh ini toh Lomba Sihir itu”. Salam kenal teman-teman semuanya,” ujarnya.
Lomba Sihir lalu memainkan lagu “Tak Ada Waktu Tepat untuk Berita Buruk”, dan “Mungkin Takut Perubahan”. Di tengah lagu, ia mengajak rekan bandnya untuk berfoto bersama membelakangi penonton. “Teman-teman setelah ini semoga kalian jadi saling kenal lintas generasi, ayo saling kenalan. Tapi karena ini penampilan pertama kami di Prambanan Jazz, saya mau kita foto bareng dulu,” ujarnya.
Penampilan mereka pun dilanjutkan dengan lagu “Andai Saja”. “Karena kalian di sini sudah mengeluarkan waktu dan uang jadi harus dimaksimalkan. Jadi semua harus senang-senang,” kata Udu. Menjelang penutupan penampilan, Lomba Sihir membawakan lagu “Nirlaba” dan di tengah lagu Salma Salsabil bergabung dengan Udu untuk bernyanyi.
Sebagai penutup aksi panggungnya, Lomba Sihir membawakan lagu “Melompat Lebih Tinggi” milik Sheila On 7. Kemudian mereka juga melantunkan lagu “Ribuan Memori”, lalu meninggalkan Guyub Stage.




























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)













