ilustrasi(Antara)
Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha memimpin Apel Gelar Kesiapan Pasukan Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) VVIP di Lapangan Hitam Mako Paspampres, Senin (10/8). Kegiatan tersebut digelar untuk mengecek kesiapan 1.147 personel beserta alat utama sistem persenjataan (Alutsista) Paspampres yang akan menjalankan tugas pengamanan selama rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.
Apel gelar pasukan menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh unsur pengamanan, mulai dari personel, perlengkapan, hingga sistem dan perangkat operasional VVIP, berada dalam kondisi siap digunakan secara optimal untuk mendukung berbagai agenda kenegaraan dalam rangka peringatan HUT ke-81 RI.
Dalam pelaksanaannya, personel Paspampres dibagi ke dalam sejumlah Satgaspam sesuai dengan tugas masing-masing. Sebanyak 151 personel akan mengamankan Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) pada 14 Agustus. Kemudian, 277 personel disiapkan untuk pengamanan Sidang DPR/MPR pada 15 Agustus.
Sementara pada 17 Agustus, sebanyak 294 personel akan bertugas dalam Upacara Penaikan dan Penurunan Sang Merah Putih. Selain itu, terdapat 205 personel yang ditempatkan dalam pengamanan Acara Pesta Rakyat, 70 personel untuk Tim Paskibraka, serta 150 personel yang tergabung dalam Tim Pasukan Upacara.
Kesiapan pengamanan VVIP turut diperkuat dengan dukungan berbagai Alutsista, perlengkapan, serta kendaraan operasional modern yang dimiliki Paspampres. Persenjataan yang disiapkan antara lain senapan Caracal, Dasan, SS1 V3 Croom, MP 7, serta sejumlah jenis pistol seperti G2 Combat, HK, Glock 17, Glock 19, Glock 43X, dan Sig Sauer.
Selain itu, Paspampres juga menyiagakan senjata sniper SPR 3 Pindad dan Sniper AW. Untuk menghadapi potensi ancaman berbasis teknologi, turut disiapkan satu kendaraan anti-drone milik Koopsudnas serta satu kendaraan Maung Arteleri Pertahanan Udara.
Sejumlah kendaraan taktis juga dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan pengamanan. Di antaranya kendaraan CBRNE (Chemical, Biological, Radiological, Nuclear, and Explosive), kendaraan jammer, kendaraan kawal G500, kendaraan security G500, kendaraan P2 Komando, kendaraan Maung, hingga motor kawal Goldwing.
Menurut Mayjen Edwin, penggunaan berbagai Alutsista dan perangkat modern tersebut menjadi bagian dari penyesuaian terhadap pola ancaman yang terus berkembang. Ancaman terhadap keamanan VVIP saat ini tidak hanya berasal dari serangan fisik secara langsung, tetapi juga dapat muncul melalui pemanfaatan drone, serangan siber, maupun penyebaran informasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Selain itu, ancaman juga dapat berasal dari individu maupun kelompok yang memiliki kemampuan bergerak cepat sehingga sulit diperkirakan. Karena itu, pengamanan VVIP harus dilaksanakan dengan pendekatan preventif dan proaktif melalui deteksi serta antisipasi terhadap berbagai kemungkinan ancaman sejak awal.
"Bagi Paspampres, keberhasilan bukan hanya ketika kita berhasil melumpuhkan ancaman, tetapi ketika ancaman itu sama sekali tidak pernah memiliki kesempatan untuk muncul. Itulah hakikat tugas pengamanan VVIP yang sesungguhnya," tuturnya dikutip pada Selasa (11/8).
"Keberhasilan kita sering kali tidak terlihat oleh masyarakat, namun justru di situlah profesionalisme Paspampres diuji. Kita bekerja dalam senyap, penuh kewaspadaan, dengan ketelitian, kecepatan, disiplin, dan koordinasi yang solid," sambungnya.
Mayjen Edwin juga mengingatkan seluruh personel bahwa tugas pengamanan rangkaian HUT RI bukan sekadar kewajiban kedinasan. Tugas tersebut merupakan amanah yang memiliki nilai kehormatan karena berkaitan dengan penjagaan keselamatan VVIP, martabat institusi, serta kehormatan bangsa dan negara.
"Jadikan setiap langkah pengabdian sebagai kehormatan kita untuk menjaga keselamatan VVIP, menjaga, dan mengawal kehormatan dan martabat Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya.
Edwin meminta seluruh anggota menjaga keimanan dan ketakwaan, sekaligus mematangkan kesiapan fisik, mental, dan kemampuan teknis. Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan serta menjalankan seluruh tugas dengan profesional, disiplin, tegas, santun, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis. (E-3)


















































