AS dan Kanada Sepakat Tangguhkan Tarif Dagang

2 hours ago 1
AS dan Kanada Sepakat Tangguhkan Tarif Dagang Presiden AS Donald Trump menyambut Perdana Menteri Kanada Mark Carney.(Xinhua/Hu Yousong)

AMERIKA Serikat (AS) dan Kanada berhasil mencapai kesepakatan krusial untuk menghindari pemberlakuan tarif tinggi terhadap barang-barang asal Kanada senilai miliaran dolar. Langkah ini menjadi angin segar bagi para eksportir yang sebelumnya mengkhawatirkan pecahnya kembali perang dagang antara kedua negara tetangga tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan ini sesaat sebelum tarif sebesar 50% dijadwalkan mulai berlaku pada tengah malam. Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengonfirmasi bahwa pihak AS telah setuju untuk menangguhkan pemberlakuan tarif tersebut hingga 22 Agustus mendatang.

Terobosan di menit-menit terakhir ini merupakan hasil dari pembicaraan intensif antara Trump dan Carney pada Selasa (18/8). Pertemuan tersebut bertujuan mencari titik temu setelah berminggu-minggu negosiasi perdagangan berlangsung dalam tensi tinggi.

Dampak Ekonomi dan Cakupan Produk

Tarif yang ditangguhkan tersebut sedianya akan menyasar ekspor Kanada dengan nilai mencapai sekitar 20,2 miliar dolar AS (sekitar Rp318 triliun). Produk yang terancam terdampak mencakup sektor yang luas, mulai dari elektronik dan mesin industri hingga furnitur, produk susu, serta anggur.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Selasa (18/8), Trump menyatakan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan, meski saat ini masih dalam tahap finalisasi dokumen legal.

"Kesepakatan telah dicapai, tergantung pada finalisasi dokumen," ujar Trump sebagaimana dilansir dari Al Jazeera, Rabu (19/8).

Sinyal Kebangkitan Pipa Keystone XL

Meski rincian teknis kesepakatan belum diungkap secara detail oleh kedua pemimpin, Presiden Trump memberikan indikasi kuat bahwa negosiasi ini berkaitan dengan upayanya menghidupkan kembali proyek Pipa Keystone XL.

Proyek yang pertama kali diusulkan pada 2008 ini dirancang untuk mengangkut sekitar 830.000 barel minyak mentah per hari dari provinsi Alberta, Kanada, menuju Nebraska, AS. Proyek ini sebelumnya dihentikan secara efektif oleh mantan Presiden Joe Biden pada 2021 karena alasan lingkungan.

"Pipa Keystone XL yang hebat, yang sudah lama dihentikan oleh Joe Biden yang mengantuk, mungkin akan bangkit dari kubur!" tulis Trump dalam unggahan media sosialnya.

Posisi Kanada dan Ketergantungan Pasar

Di sisi lain, PM Mark Carney menyatakan bahwa meskipun ada kemajuan substansial, masih terdapat sejumlah persoalan penting yang perlu diselesaikan sebelum 22 Agustus. "Kanada tetap fokus membangun ekonomi yang lebih kuat, lebih mandiri, dan lebih kompetitif di dalam negeri," tegas Carney melalui pernyataan resminya.

Penangguhan ini sangat krusial bagi Kanada mengingat ketergantungan ekonominya yang besar terhadap pasar AS. Data menunjukkan sekitar 70% ekspor Kanada ditujukan ke AS, sementara hanya sekitar 30% ekspor AS yang dikirim ke Kanada.

Ketegangan ini menjadi sorotan karena tarif yang diancamkan Trump sebenarnya menyasar barang-barang yang memenuhi syarat bebas bea di bawah Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA). Dengan adanya tenggat waktu hingga 22 Agustus, kedua negara kini memiliki ruang untuk merampungkan detail kesepakatan guna mencegah eskalasi konflik dagang di Amerika Utara. (Fer/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |