Tim gabungan BNN, Bea Cukai, dan Polda Kepri mengamankan kapal MV Ocean Porter mengangkut narkoba cair jenis Methamphetamine sebesar 2,6 ton di laut Kepri, Senin (17/8/2026).(MI/HO)
TIM gabungan yang terdiri dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika skala besar di jalur laut. Dalam operasi tersebut, petugas menyita barang bukti berupa sabu cair dengan berat fantastis mencapai 2,6 ton.
Penangkapan dilakukan terhadap kapal MV Ocean Porter saat melintas di perairan Tanjung Parit, Bengkalis, Riau, pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Keberhasilan ini menjadi catatan penting dalam penegakan hukum narkotika di Indonesia, mengingat volume barang bukti yang diamankan sangat signifikan.
Detail Operasi Penggagalan Narkotika
Berikut adalah data teknis terkait pengungkapan kasus penyelundupan narkotika tersebut:
| Waktu Kejadian | Senin, 17 Agustus 2026, Pukul 18.00 WIB |
| Lokasi | Perairan Tanjung Parit, Bengkalis, Riau |
| Sarana Angkut | Kapal MV Ocean Porter |
| Jenis Narkotika | Metamfetamina (Sabu Cair) |
| Total Berat | 2,6 Ton |
| Instansi Terlibat | BNN RI, Bea Cukai, Polda Kepri |
Apresiasi dari Aktivis Antinarkoba
Keberhasilan pengungkapan ini menuai apresiasi luas, salah satunya dari Ketua Milenial Muslim Bersatu (MMB), Khairul Anam. Ia menyebut capaian ini sebagai "kado indah" bagi masyarakat Indonesia yang tengah merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Ini sebuah prestasi yang patut diapresiasi. Di tengah momentum perayaan kemerdekaan, masyarakat mendapatkan kado yang sangat indah berupa keberhasilan sinergi aparat menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah yang sangat besar,” ujar Anam di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Anam, yang juga aktif dalam Gerakan Nurani Nusantara (GANN) di bawah kepemimpinan M. Fariza Y. Irawady, menilai tindakan tegas ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi generasi muda. Ia juga memuji komitmen Presiden Prabowo Subianto yang terus mendorong penguatan pemberantasan kejahatan narkotika.
Dorongan Bongkar Jaringan Internasional
Lebih lanjut, Anam menekankan pentingnya penguatan koordinasi di jalur laut yang sering menjadi pintu masuk jaringan internasional. Ia berharap petugas tidak berhenti pada penyitaan barang bukti semata, namun terus mengejar aktor intelektual di balik penyelundupan tersebut.
“Jangan berhenti pada barang bukti. Bongkar jaringannya sampai ke akar-akarnya. Kita ingin Indonesia benar-benar terbebas dari ancaman narkotika,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Khairul Anam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan narkoba di lingkungan masing-masing, karena perang melawan narkotika memerlukan kolaborasi kolektif demi masa depan bangsa yang sehat dan produktif. (Z-1)


















































