Gambar dari Lunar Reconnaissance Orbiter NASA menunjukkan dua wilayah oval di mana tahap atas Falcon 9 kemungkinan akan menabrak Bulan, berdasarkan perhitungan oleh para insinyur di Pusat Studi Objek Dekat Bumi NASA. Titik merah dan biru menunjukkan lokasi(NASA/JPL-Caltech)
WAHANA antariksa Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) milik NASA berhasil mengabadikan gambar kawah baru yang terbentuk akibat benturan bagian atas (upper stage) roket Falcon 9 di permukaan Bulan. Pemotretan tersebut memberikan sejumlah detail dan wawasan ilmiah baru bagi para peneliti.
Berdasarkan data citra yang ditangkap kamera LRO (LROC) enam hari setelah benturan, kawah tersebut diperkirakan memiliki lebar sekitar 18 meter (60 kaki) dengan kedalaman kurang dari 3 meter (10 kaki). Rekaman gambar ini diperoleh saat LRO melintas di atas titik lokasi hantaman dalam orbit rutinnya mengelilingi Bulan.
Pengamatan sebelum dan sesudah kejadian menunjukkan pola sebaran material lontaran (ejecta) yang khas berbentuk huruf 'V' di sisi selatan kawah. Karakteristik pola ini dinilai konsisten dengan dampak objek alami atau buatan yang menghantam permukaan Bulan pada sudut rendah.
Pengambilan gambar oleh LRO dilakukan secara bertahap setiap 117 menit, sesuai waktu tempuh satu putaran orbit wahana tersebut di Bulan. Rangkaian foto dari kamera sudut sempit (Narrow Angle Camera) tersebut berhasil merekam perubahan struktur fisik tanah Bulan sebelum dan sesudah benturan terjadi secara presisi.
Tim peneliti yang memimpin pengamatan kamera LROC menyampaikan temuan ini menjadi kesempatan langka untuk mempelajari dinamika dampak benturan berkecepatan tinggi pada struktur permukaan Bulan. Keberadaan kawah baru ini juga memberikan data berharga mengenai bagaimana material bawah permukaan Bulan terlontar saat mengalami benturan.
Sejak diluncurkan, wahana LRO NASA terus memantau dan memetakan permukaan Bulan secara rinci. Pemantauan terhadap kawah-kawah baru, baik yang terbentuk akibat hantaman meteoroid alami maupun sisa-sisa objek buatan manusia, terus dilakukan untuk mendukung pemahaman ilmiah serta persiapan misi eksplorasi antariksa di masa depan. (NASA/Z-2)


















































