Pendampingan pengoperasian mesin penetas kepada anggota KWT.(Dok.Akprind)
UNIVERSITAS Akprind Indonesia (UAI) mengembangkan teknologi tepat guna berupa mesin penetas telur ayam Elba untuk mendukung peningkatan keberhasilan penetasan dan kemandirian usaha peternakan masyarakat. Teknologi tersebut diterapkan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Rejeki, Kalurahan Sendangtirto, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengembangkan sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa.
Pengembangan mesin penetas ini merupakan salah satu pelaksanaan Program Pemberdayaan Desa Binaan Tahun 2026 yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program tersebut mengangkat tema “Model Desa Binaan Ekonomi Sirkular Terintegrasi Berbasis Peternakan, Pertanian, dan Perikanan untuk Ketahanan Pangan dan Penguatan Ekonomi Lokal.”
Program diketuai Rahayu Khasanah, dengan anggota Toto Rusianto, dan Ani Purwanti, dari Universitas Akprind Indonesia. Pelaksanaannya juga melibatkan Ahmad Pramono, dari Universitas Sebelas Maret (UNS). Kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut memadukan kompetensi di bidang rekayasa teknologi, peternakan, dan pemberdayaan masyarakat.
Mesin penetas dikembangkan untuk membantu menjaga kestabilan kondisi lingkungan selama proses inkubasi dalam pembibitan ayam Elba sehingga persentase telur yang berhasil menetas menjadi lebih tinggi.
Teknologi yang dikembangkan tim Universitas Akprind Indonesia dilengkapi sistem pemantauan dan pengendalian suhu serta kelembapan secara digital. Mesin tersebut juga dilengkapi ruang penetasan tertutup, sistem sirkulasi udara, tata letak rak telur yang teratur, serta jendela transparan pada bagian depan. Keunggulan lainnya adalah desain mesin yang sederhana dan mudah dioperasikan oleh anggota kelompok masyarakat.
PRINSIP PERPINDAHAN PANAS
Anggota tim pelaksana sekaligus dosen Teknik Mesin Universitas AKPRIND Indonesia, Toto Rusianto, menjelaskan bahwa mesin penetas telur merupakan penerapan prinsip perpindahan panas, sirkulasi udara sehingga panas dapat terdistribusi secara merata ke seluruh bagian ruang inkubasi.
“Dari sudut pandang Teknik Mesin, tantangan utamanya adalah menjaga kondisi suhu dan kelembapan di dalam ruang penetasan agar stabil dan merata dan tetap hemat energi, mudah dioperasikan, dan mudah dirawat oleh masyarakat,” ujar Toto dalam siaran pers.
Ketua Pelaksana Program, Rahayu Khasanah, menjelaskan bahwa pengembangan mesin penetas tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan sebuah perangkat, tetapi juga membangun sistem produksi bibit ayam yang lebih terukur.
“Teknologi ini diharapkan membantu masyarakat mengelola proses penetasan lebih konsisten. Pendampingan diperlukan agar mesin dapat dimanfaatkan secara mandiri dan tidak berhenti sebagai bantuan peralatan semata,” ujar Rahayu.
KEGIATAN EKONOMI PRODUKTIF
Lurah Sendangtirto, Amir Junawan, menyambut baik penerapan teknologi tepat guna tersebut. Menurutnya, mesin penetas ayam Elba sejalan dengan upaya pemerintah kalurahan dalam mengembangkan kegiatan ekonomi produktif berbasis potensi lokal. Ketergantungan terhadap pasokan bibit dari luar wilayah dapat dikurangi, sementara hasil penetasan dapat digunakan untuk pengembangan ternak kelompok maupun dipasarkan kepada peternak lain.
“Penerapan teknologi ini diharapkan membuka peluang usaha baru, meningkatkan keterampilan anggota kelompok, dan mendukung ketersediaan sumber pangan bagi masyarakat. Kami berharap pendampingan terus dilakukan agar mesin dapat dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan,” kata Amir.
Keberadaan mesin penetas dari Universitas Akprind Indonesia ini berpotensi menciptakan rantai usaha yang lebih luas, mulai dari produksi telur tetas, penyediaan bibit ayam, hingga pembesaran ayam petelur. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan desa berbasis teknologi yang dapat direplikasi di kelompok peternak maupun wilayah lain untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal. (E-2)


















































