Ilustrasi(Dok Istimewa)
RESPONS terhadap bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, dan masyarakat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama ASN, perangkat daerah, BUMD, serta mitra usaha menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp5,85 miliar untuk membantu masyarakat terdampak di tujuh wilayah NTT. Dari total bantuan tersebut, Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta bersama mitra CSR Yummy Bites menyalurkan bantuan senilai Rp442,134 juta yang dikemas dalam 671 paket logistik. Bantuan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus mendukung asupan nutrisi bagi balita di wilayah terdampak gempa.
Bantuan secara keseluruhan dilepas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/8/2026), sebelum dikirim ke wilayah terdampak melalui jalur udara dan laut.
Ketua Baznas (Bazis) DKI Jakarta Akhmad H Abubakar mengatakan penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen lembaganya dalam merespons kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Dalam situasi bencana, bantuan harus diberikan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan. Karena itu, kami bersama mitra berupaya menghadirkan bantuan pangan dan nutrisi yang dapat langsung dimanfaatkan, terutama oleh keluarga dan anak-anak yang terdampak,” ujar Akhmad.
Menurut dia, kolaborasi jadi salah satu kunci agar bantuan kemanusiaan dapat dihimpun dan disalurkan secara lebih cepat serta tepat sasaran. Karena itu, Baznas (Bazis) DKI Jakarta akan terus mendorong keterlibatan masyarakat dan dunia usaha dalam membantu warga yang menghadapi kondisi darurat akibat bencana.
Sebanyak 671 paket bantuan yang dihimpun bersama Yummy Bites berisi sejumlah kebutuhan pangan dan nutrisi, antara lain biskuit bayi, bubur bayi, sereal bayi, sarden, kornet ayam, bubur instan, mi instan, dan rendang kaleng.
Jenis bantuan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga sekaligus menjaga asupan nutrisi, khususnya bagi balita yang berada dalam kondisi rentan selama masa tanggap darurat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pengiriman bantuan merupakan bentuk empati dan kepedulian masyarakat Jakarta terhadap warga NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.
“Ini sebagai bagian dari rasa empati, kebersamaan, dan kemanusiaan, ikut merasakan dari Pemerintah DKI Jakarta dan masyarakat di DKI Jakarta,” ujar Pramono.
Selain bantuan pangan, dukungan Pemprov DKI Jakarta mencakup bantuan nonpangan, obat-obatan, kebutuhan pengungsian, sarana air bersih, hingga bantuan tunai. Bantuan tersebut ditujukan bagi masyarakat terdampak di Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Ngada, Ende, Sikka, dan Nagekeo.
Pemprov DKI Jakarta sebelumnya juga mengirimkan tim kesehatan sehari setelah gempa untuk membantu memberikan pelayanan medis kepada warga terdampak.
Besarnya dukungan menunjukkan penanganan bencana tak hanya bergantung pada pemerintah daerah yang menjadi lokasi kejadian. Solidaritas antardaerah dan keterlibatan sektor swasta serta masyarakat jadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas penanganan pada masa tanggap darurat.
Kebutuhan bantuan berikutnya akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan serta hasil koordinasi dengan Pemprov NTT dan tim yang bertugas. Pemprov DKI Jakarta juga masih membuka penggalangan bantuan hingga 25 Agustus 2026.
Kolaborasi antara pemerintah, Baznas (Bazis), dunia usaha, ASN, dan masyarakat diharapkan dapat memastikan kebutuhan mendesak warga terdampak terpenuhi sekaligus memperkuat proses pemulihan masyarakat NTT setelah masa tanggap darurat berakhir. (H-2)


















































