Tangkapan layar pengusiran WNA(Media Sosial)
KANTOR Imigrasi Kelas I TPI Denpasar tengah mencari keberadaan tiga warga negara asing (WNA) yang viral setelah diusir dari sebuah tempat kebugaran (gym) di kawasan Ubud, Gianyar, Bali. Langkah ini dilakukan untuk mengklarifikasi narasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan pengusiran akibat diskriminasi rasial atau kewarganegaraan.
Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Ida Bagus Made Suandita, menyatakan pihaknya telah turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian pada Rabu (20/8/2026). Dari hasil pemeriksaan awal, perselisihan tersebut murni dipicu masalah etika.
"Tidak benar kalau para WNA itu diusir karena dari Israel tetapi soal etika dan sikap yang tidak sopan dan meremehkan pegawai di Gym. Dari hasil pengecekan kami, yang bersangkutan warga negara Bulgaria dan lahir di sana,” ujar Suandita saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2026).
Suandita menjelaskan, berdasarkan data resmi keimigrasian, ketiga WNA tersebut masuk ke Indonesia menggunakan paspor Bulgaria. Tempat kelahiran seseorang tidak selalu mencerminkan paspor atau kewarganegaraan aktif yang sedang digunakan, mengingat beberapa negara mengizinkan kepemilikan kewarganegaraan ganda. Oleh karena itu, Imigrasi menegaskan pentingnya membedakan identitas kewarganegaraan resmi pada dokumen perjalanan dengan narasi yang berkembang di publik.
Peristiwa ini mendadak menyita perhatian publik setelah rekaman video perdebatan antara pemilik gym dan salah satu WNA menyebar luas. Imbas dari video viral tersebut, mucul beragam spekulasi warganet terkait dugaan hubungan para WNA dengan militer Israel (IDF) hingga tudingan tindakan diskriminatif.
Pemilik gym bernama Samir, 32, kemudian memberikan klarifikasi melalui akun media sosialnya. Ia membantah keras tuduhan pengusiran berbasis agama maupun asal negara. Menurut Samir, insiden berawal saat salah satu dari tiga pria asing tersebut bersikap kasar kepada stafnya hingga memicu percekcokan.
Dalam perdebatan itu, Samir sempat menanyakan asal negara mereka dan ketiganya mengaku sebagai warga negara Israel. Lantaran sikap yang dinilai tidak sopan serta munculnya pernyataan terkait Israel dan IDF, pihak manajemen akhirnya meminta ketiganya meninggalkan lokasi. Akibat kejadian yang berbuntut panjang ini, usaha tempat kebugaran milik Samir bahkan sempat dihujani ulasan bintang satu di Google.
Saat ini, pihak Imigrasi Denpasar masih terus melakukan pendalaman guna memastikan identitas lengkap, keberadaan, serta status keimigrasian ketiga WNA tersebut selama berada di Indonesia.(Z-2)


















































