Petugas mengevakuasi korban gempa di Ronting, Lamba Leda, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (18/8/2026).(ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
MEMASUKI hari ketujuh penanganan pascagempa tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR terus mengintensifkan operasi pencarian, pertolongan, dan evakuasi medis darurat bagi warga terdampak.
Deputi Bidang Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, memimpin langsung misi evakuasi medis mengudara menggunakan Helikopter Dauphin Basarnas AS 365 N3+ menuju wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur.
Helikopter mendarat di Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, untuk mengevakuasi dua warga lansia yang berada dalam kondisi kritis akibat cedera berat.
Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di lokasi, korban laki-laki berusia 81 tahun mengalami dugaan cedera tulang belakang. Sementara korban perempuan berusia 71 tahun mengalami dugaan patah tulang dasar tengkorak.
“Kita prioritaskan korban-korban yang membutuhkan evakuasi medis segera, terutama mereka yang mengalami kondisi kritis. Dengan menggunakan helikopter, kita bisa mempercepat proses evakuasi dari wilayah terdampak menuju fasilitas kesehatan yang lebih memadai," jelas Edy.
Menurut Edy, operasi SAR tidak hanya berfokus pada pencarian dan pertolongan, tetapi juga memastikan kelompok masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus dapat segera dipindahkan ke fasilitas kesehatan.
“Tim SAR bersama seluruh potensi yang ada akan terus bergerak, baik melalui jalur darat maupun udara. Prinsipnya, masyarakat terdampak harus mendapatkan pertolongan dan pelayanan secepat mungkin," ungkapnya.
Kedua korban kemudian diterbangkan menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo, sebelum selanjutnya dirujuk ke RSUD Pratama Komodo untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Selain melaksanakan evakuasi medis, Helikopter Basarnas juga mendistribusikan Bantuan Kepresidenan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak gempa di wilayah Manggarai Timur.
Operasi melalui jalur udara dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan di wilayah terdampak, terutama ketika akses menuju sejumlah lokasi masih menghadapi kendala akibat kerusakan yang ditimbulkan gempa.
Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR akan terus melakukan pencarian, pertolongan, evakuasi, serta pelayanan kemanusiaan melalui jalur darat dan udara guna memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan secara cepat, tepat, dan optimal. (MM/P-4)


















































