Heboh! 7 Personel AS Dikabarkan Tewas dalam Bentrokan di Kapal Induk

1 week ago 5
Heboh! 7 Personel AS Dikabarkan Tewas dalam Bentrokan di Kapal Induk Ilustrasi(Centcom)

TUJUH personel Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas dalam perkelahian di kapal induk USS Abraham Lincoln yang tengah menjalani penugasan panjang di Timur Tengah. Insiden tersebut disebut dipicu keresahan awak kapal terkait perpanjangan misi dan belum adanya kepastian kepulangan.

Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bentrokan terjadi di atas USS Abraham Lincoln ketika kapal perang tersebut masih menjalankan operasi di kawasan. Kondisi kru disebut semakin tegang menyusul kekhawatiran mengenai perpanjangan masa pengerahan kapal.

Situasi memanas setelah seorang penasihat Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, datang ke kapal untuk merespons keluhan para awak. Keluhan tersebut disampaikan setelah keluarga personel menyuarakan keberatan atas penugasan USS Abraham Lincoln yang dinilai berlangsung terlalu lama.

Penasihat tersebut dilaporkan mendapat reaksi keras ketika berbicara di hadapan para personel. Ia disebut dicemooh dan dilempari botol oleh sejumlah awak kapal.

Situasi kemudian berkembang menjadi bentrokan fisik antarpersonel. Kantor berita Tasnim menyebut perkelahian tersebut melibatkan pisau dan sejumlah senjata tajam lainnya.

Dalam laporan yang sama, tujuh personel disebut tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka. Setelah kejadian, kondisi di atas kapal dilaporkan menjadi tegang dan tidak kondusif.

Namun, laporan mengenai jumlah korban tersebut perlu dikonfirmasi secara independen oleh otoritas Amerika Serikat.

Penugasan Panjang USS Abraham Lincoln

USS Abraham Lincoln disebut telah dikerahkan selama 263 hari dan saat ini beroperasi di Samudra Hindia. Kapal induk tersebut dilaporkan menjadi bagian dari operasi militer AS di kawasan, termasuk misi menghadapi Iran.

Kapal tersebut juga tercatat telah berada di laut selama 208 hari berturut-turut. Durasi itu disebut sebagai periode pengerahan berkelanjutan terpanjang dalam sejarah operasional USS Abraham Lincoln.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran di kalangan keluarga personel. Pekan lalu, ratusan keluarga anggota Angkatan Laut AS dilaporkan bertemu dengan Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut Hung Cao.

Dalam pertemuan virtual yang digelar secara terpisah, keluarga personel menyampaikan kekhawatiran mengenai kondisi kesehatan mental, kelelahan, serta keselamatan anggota keluarga mereka yang masih berada di kapal.

Sejumlah personel bahkan sebelumnya dilaporkan mencoba melompat ke laut karena frustrasi akibat belum mendapatkan kepastian mengenai kepulangan mereka.

Salah satu kasus disebut melibatkan suami Annabelle Loma. Ia dilaporkan selamat dari percobaan tersebut dan kini menjalani perawatan medis. "Dia takut," kata Loma.

Ia menjelaskan kondisi psikologis suaminya yang disebut semakin tertekan karena khawatir akan kehilangan pekerjaannya. "Dia berpikir dia akan diberhentikan secara tidak hormat, dan hanya karena dia kelelahan, kariernya selama 13 tahun hancur begitu saja. Itu tidak adil, itu tidak benar. Bukan itu yang seharusnya dia khawatirkan saat ini," ujar Loma.

Pengganti USS Abraham Lincoln Disiapkan

Dalam pertemuan dengan keluarga personel, Cao mengatakan Angkatan Laut AS tengah menyiapkan kelompok serang kapal induk USS Theodore Roosevelt untuk menggantikan USS Abraham Lincoln.

Meski demikian, hingga kini belum ada jadwal pasti mengenai pergantian tersebut. Pejabat militer AS menyebut informasi terkait waktu pergantian tidak dapat diumumkan secara terbuka karena alasan keamanan operasional.

Sekitar 5.000 pelaut dan Marinir yang berada di USS Abraham Lincoln masih menjalani penugasan yang dimulai pada 21 November.

Kapal induk tersebut telah menjalankan misi selama lebih dari delapan bulan untuk mendukung operasi militer AS di Timur Tengah terkait konflik dengan Iran.

Penugasan USS Abraham Lincoln pada awalnya diperkirakan berakhir pada Mei. Namun, masa pengerahan kemudian diperpanjang tanpa adanya tanggal kepulangan yang diumumkan kepada publik.

Perpanjangan tersebut menjadi sumber kekhawatiran bagi keluarga personel yang mempertanyakan kondisi fisik dan mental awak kapal setelah berbulan-bulan menjalani tugas di laut.

Jika laporan mengenai bentrokan fatal di atas USS Abraham Lincoln benar, insiden tersebut akan menambah tekanan terhadap Angkatan Laut AS di tengah penugasan panjang dan meningkatnya tuntutan keluarga agar para personel segera mendapatkan kepastian mengenai masa pemulangan mereka. (Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |