Rusia Prediksi Kesepakatan AS-Iran Berakhir Buntu

14 hours ago 1
Rusia Prediksi Kesepakatan AS-Iran Berakhir Buntu Bendera Iran (kanan) dan bendera AS (kiri).((X))

Proses pencapaian kesepakatan akhir antara Iran dan Amerika Serikat akan berlangsung sangat sulit, ujar Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev, Sabtu (4/7). Medvedev menyatakan bahwa nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat telah menjadi dasar bagi kelanjutan proses perundingan kedua negara.

"Sekarang sudah ada dokumen dan tenggat waktu untuk mencapai sejumlah kesepakatan akhir telah berlalu. Sejujurnya, saya pikir proses ini akan sangat sulit. Akan sangat sulit mencapai kesepakatan mengenai sejumlah isu, termasuk, misalnya, alokasi dana untuk rekonstruksi Iran," kata Medvedev kepada wartawan.

Sebelumnya pada Jumat (3/7), Medvedev mengunjungi Iran untuk menghadiri upacara perpisahan bagi mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Berdasarkan laporan Anadolu, selain Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev yang datang sebagai utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin, turut hadir pula dalam upacara penghormatan terakhir bagi mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei antara lain Wakil Presiden Turki Cevdet Yilmaz, Presiden Irak Nizar Amidi, Ketua Parlemen Irak Mohammed al-Halbousi, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Ketua Senat Pakistan Yousaf Raza Gillani, serta Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir.

Dari negara-negara Arab hadir Ketua Dewan Syura Qatar Hassan bin Abdullah Al-Ghanim, Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi Waleed Elkhereiji, Ketua Dewan Negara Oman Abdulmalik bin Abdullah Al Khalili, serta Wakil Presiden Yaman Aidarus al-Zoubaidi.

Delegasi dari Asia Tengah juga menghadiri upacara tersebut, di antaranya Pemimpin Nasional Turkmenistan Gurbanguly Berdimuhamedow, Ketua Parlemen Uzbekistan Nuriddin Ismoilov, Menteri Luar Negeri Kazakhstan Yermek Kosherbayev, Ketua Parlemen Kirgizstan Marlyn Mamataliyev, serta Sekretaris Jenderal Shanghai Cooperation Organization Nurlan Yermekbayev.

Sejumlah pejabat tinggi lainnya yang turut memberikan penghormatan meliputi Presiden Georgia Mikheil Kavelashvili, Ketua Majelis Rendah Belarus Igor Sergeyenko, Ketua Senat Mesir Abdel Wahab Abdel Razek, dan Wakil Perdana Menteri Afghanistan Abdul Ghani Baradar, serta delegasi China yang dipimpin Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional He Wei. (Ant/P-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |