Setiap Detik Berharga, Perjuangan Tim SAR dan Warga Selamatkan Korban Gempa Kolombia

1 week ago 14
Setiap Detik Berharga, Perjuangan Tim SAR dan Warga Selamatkan Korban Gempa Kolombia Evakuasi korban gempa yang mengguncang Kolombia(Ministry of Defence of Colombia)

HARAPAN masih ada di tengah puing-puing reruntuhan gempa dahsyat bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia. Tim SAR dan warga lokal terus bekerja tanpa lelah mengejar waktu demi menyelamatkan ribuan korban yang masih tertimbun.

Bencana alam ini menewaskan sedikitnya 240 orang dan menyebabkan sekitar 3.000 warga dilaporkan hilang.

Di Kota Cali, salah satu wilayah terdampak paling parah, petugas pemadam kebakaran berhasil menarik seorang pria berusia 35 tahun dari puing-puing bangunan yang runtuh pada Selasa dini hari, hampir 24 jam setelah gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang Kolombia bagian barat.

"Kami menemukan kehidupan di bawah reruntuhan... Setiap menit sangat berharga," tulis dinas pemadam kebakaran setempat melalui platform X, menyertai video penyelematan korban dari bawah balok beton.

Sorak sorak haru kemudian pecah saat petugas berhasil mengevakuasi seorang wanita bernama Diana Troncoso, 31, dari balik reruntuhan bangunan setelah proses penyelamatan dramatis selama 16 jam.

"Bisa keluar hidup-hidup dari sana benar-benar sebuah mukjizat," tutur sang ayah, Álvaro Troncoso, dengan mata berkaca-kaca.

Gempa bumi ini menjadi yang terdahsyat di Kolombia sejak bencana serupa pada Januari 1999. Dampaknya sangat masif: ratusan orang tewas, ribuan bangunan hancur, dan ribuan warga belum diketahui nasibnya.

Bencana besar ini menjadi ujian berat bagi Presiden baru Kolombia, Abelardo de la Espriella, yang baru saja dilantik kurang dari 72 jam sebelum gempa terjadi. De la Espriella langsung menetapkan status darurat nasional dan turun langsung memimpin penanganan bencana di lapangan.

“Kita akan melewati ini bersama-sama,” kata wali kota Cali, Alejandro Eder, kepada 2,3 juta warganya selama pertemuan yang disiarkan televisi dengan presiden Abelardo de la Espriella.

Kondisi serupa dialami Kota Pereira, 210 kilometer di utara Cali. Sedikitnya 53 orang dilaporkan masih terjebak di dalam 58 bangunan yang roboh, dengan angka kematian terkonfirmasi mencapai 66 jiwa.

Sejumlah pengamat mengapresiasi respons cepat dan transparan dari pemerintah Kolombia. Penanganan bencana ini dinilai jauh lebih terorganisasi dibandingkan penanganan gempa bumi di negara tetangga, Venezuela, pada Juni lalu yang sempat menuai kecaman publik akibat lambatnya tindakan pemerintah.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |