Pasien dan korban luka Palestina, berkumpul di depan Rumah Sakit Nasser, Gaza, saat mereka berdemonstrasi meminta izin bepergian ke luar Gaza untuk perawatan medis pada 26 Juli 2026. [Abed Rahim Khatib – Agensi Anadolu](Abed Rahim Khatib/Anadolu)
RIBUAN pasien di Jalur Gaza masih menunggu evakuasi medis meski gencatan senjata telah berlaku. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut ribuan pasien membutuhkan pemindahan untuk mendapatkan perawatan yang tidak tersedia di Gaza.
Juru bicara WHO Tarik Jasarevic mengatakan, sebanyak 12.913 pasien, termasuk 6.186 anak-anak, telah dievakuasi secara medis dari Gaza sejak Oktober 2023. Mereka dievakuasi bersama sekitar 16.000 pendamping.
Namun, proses evakuasi saat ini hanya berlangsung tiga hingga empat kali dalam sepekan. Pada 2-8 Agustus 2026, sebanyak 101 pasien dan 164 pendamping berhasil dievakuasi.
“Pekan lalu, dari 2 hingga 8 Agustus, 101 pasien dan 164 pendamping dievakuasi,” kata Jasarevic dalam jawaban tertulis kepada Anadolu, Selasa (11/8).
Jasarevic menegaskan, jumlah pasien yang masih menunggu evakuasi medis mencapai ribuan orang. Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan medis di Gaza masih sangat besar meskipun gencatan senjata telah diberlakukan.
Ribuan Korban sejak Gencatan Senjata
Hamas dan Israel telah mencapai kesepakatan senjata, namun tentara Israel tetap melakukan serangan dan terus melanggar kesepakatan. Kementerian Kesehatan Gaza sebelumnya melaporkan serangan Israel tetap menimbulkan korban setelah gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.
Menurut kementerian tersebut, sejak gencatan senjata diberlakukan, serangan Israel telah menewaskan 1.258 orang dan melukai 4.145 orang lainnya.
Secara keseluruhan, Kementerian Kesehatan Gaza menyebut jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah mencapai 73.386 orang. Sebanyak 174.256 orang lainnya dilaporkan terluka.
WHO mencatat evakuasi medis terus dilakukan beberapa kali dalam sepekan, tetapi kapasitas yang tersedia belum mampu membawa seluruh pasien yang membutuhkan perawatan keluar dari Gaza. (B-3)


















































